Term of Use :
1. If you don’t like it, just get lost !
2. Change in this term of use will affect immediately without prior notice.
————————–————————–—–

Wedding Rings
Marriage, pernikahan, apa sih yg terlintas dipikiran kalian saat ini?. Baju adat, air mata dipipi ibumu mengalir, pria tampan disebelahmu berjabat tangan bergumam “saya terima nikahnya..dg mas kawin..tunai.”. Baju adat, kilatan blitz, kegembiraan terpancar di setiap wajah, tamu undangan yg selalu tersenyum, “Selamat yaaa kalian berdua”, “Kamu keliatan cantik banget hari ini..”, “Wah bisa juga ni milih suaminya, keren banget….”. Tahun berlalu, kamu duduk di bangku kayu, menggendong anak keduamu, melihat anak pertamamu dan suamimu bermain bola, tertawa bahagia,,…sungguh indahnya.
…….
(tiba tiba stuck mo nulis apa lagi, wait a moment, laper banget, tak cari mam ro es dulu)
0214 AM, still gathering all spirit, still loading from half sleeping state..
Marriage, beberapa pendapatmu..
hahah masalah komitmen gag muTu lha..cewe2 sekita ud jauh pikirannay kedePan..tp cowo yg seumuran kita masih pengen bersenang2 itulaH konflik …haiyahhh..ad pendapat gag?semisal cowo-cewe ud pacaran dr lama trus pgn nikah cewenya tapi,si cowo blm siap dengan berbagai alasan nah si cewe ud kepentOk tuntutan klg dan umur..jd conFuse….
Iy paham pandangan cew ttg umur,komitmen&tuntutan kluarga.tp jg kgak blh tgesa2 jg dlm menentukan plihan.krn (name) pria,maka nda paham jg dg cra pandang para cowok2 yg sprt itu.ngapain jg pacaran lama2 g jelas 7anny aj.lsg aja bleh..he3x
hahha,,,,naH itu lah (name)…yang suSah banyak aLasan yg meNurutnya pRinsipil tapi buat Qt omong kosong,,,cb kLo dipikir2 katany meH nunggu maPan, punya mobiL…hahah seLAk perawan Tua nu bLm lagi naK diomongin tetangga (fyuhh curhat bangeT sajakke),,,kLo gt cowo2 kuLiahan mendingan cR pacaR anaK smp jangan yang sePantaran…biar gag dikejaR deadLine hahhaha
iya (name)….ak ud baca commentnya danang…waaaa,,,ap smua cowo berpikiR spt itu yaK..nah lo..kLo kaya gitu ya kita haRus cari pria bukan cowo
and here is my comment :
waw, emang kayaknya cewe2 pada seneng cpet2 nikah ye, wkwkwk, beda ama cowo ya, yg lebh suka memperpanjang mas lajangnya. Padahal kan nikah tu ga ada enak2nya loh, understanding 2 big different world and fit it each other, ga bisa segampang datang pesen makan kenyang bayar pulang, yah tapi tetep aja ga bakalan bisa menang dalam perdebatan satu ini…, especially when she said “emang km gak kasian ma anakmu, ma aku nanti, kalo aku hamil pas umur 27-28th?”..ga bisa jawab apa2,speechless,thinkless,brainless..can not sleep in the next 3 nights. Mungkin cowok (aku -red) terlalu banyak memasukkan variabel dan kemungkinan2 di setiap pemikiran dan keputusan yg akan diambilnya, sehingga akan lebih butuh banyak waktu untuk mengkalkulasi dan memperoleh jawaban, yeah but like u, kita juga nganggep this marriage thing is sacred, dan akan bikin ini se “perfect” mungkin…hope can enlighten a little bit, in a different point of view, just my 2 cents though. malah curhat, piss yo cah ayu2…:D
So, from your point of view, dari pemikiran seorang pria, dari pemikiran seorang yg berpikir jauh kedepan, it’s better married to a man than a boy, emm really good point on that, so mr.(name) yg bilang kalo dirinya pria, must be a perfect husband gonna be, congrats then, keknya butuh belajar banyak nih, ok, another quote “aLasan yg meNurutnya pRinsipil tapi buat Qt omong kosong,,,cb kLo dipikir2 katany meH nunggu maPan, punya mobiL…hahah seLAk perawan Tua nu bLm lagi naK diomongin tetangga“, waw bener2 pikiran yg kedepan, perfect wife gonna be nich..kekekek..seandainya km jadi istriku..uh…
Get some point there, cowok, yg gak becus tentang komitmen, selalu punya alasan yg ktnya prinsip padahal omong kosong doang, sukanya pacaran lama ga jelas, diajak kawin malah kabur, cowok yg sepertinya ga peduli dgan pandangan cew tentang umur, komitmen dan tuntutan keluarga, so it’s better to find a man than a boy.
wah, bakalan panjang nih note, lebih mirip essay keknya nih…
Me, still like to hav som fan, let see…umur, seangkatan, pacaran lama kagak jelas, jelas bukan seorang “pria” mungkin mash cowok, ah enggak deh gue (cieee GUE..songong) lebi suka dipanggil bocah ya bocah ^_^. Kupikir ini semuanya tentang aku deh, smua syaratnya masuk tuh, so lets change “us” with “me”, ok deal? dealll..
First, aku ga mo ngajak debat disini, juga ga mo maksain pikiran aku sendiri biar bisa diterima ma pemikiran kamu, no, anyway, i knew, i’m not gonna win this war. Paling tidak aku coba beri beberapa alasan, why i’m thinking like that.
Secondly, this is my own point of view, it’s not the matter that i am right and you are wrong vice versa, just plain my own point of view.
Semua orang tau, pernikahan merupakan suatu hal yg sakral, dimana merupakan suatu keputusan yg mengikat seumur hidup (everybody wanna do it just once right?), sebuah keputusan tentang komitmen, menyatukan dua belahan kehidupan yg berbeda, menemukan kembali tulang rusuk yg telah hilang, melengkapkan sebuah kehidupan menjadi lebih sempurna, right? So, ini merupakan sebuah keputusan yg teramat penting, sebuah jawaban dari pertanyaan yg amat penting, “is she/he is really the one i looking for?” Bahkan mungkin pertanyaan itu justru akan semakin intense saat semakin mendekati hari-H. Everybody wanna make it so flawlessly perfect right? so, am i wrong if i said it gonna need big preparation?
Ahhh kejebak ama Cry for The Moon nya Epica..tau2 jam setengah 5 aja…
OK, back to topic, marriage, ready for that? Yes? Then let me ask you something, apa tujuan kamu menikah?Ga perlu marah2 ngejawabnya, santai aja, cukup jawab dalam hati, and just keep reading… Same question for me? Nope, honestly, belum punya jawaban untuk itu, so that’s why, aku merasa belum siap, kalo emang butuh sebuah jawaban i’ll say, to make you happy as the answer, at least for now. Jawaban yg aneh bukan yap, sort of that, secara pribadi, hanya itu yg terlintas, untuk saat ini. Just to make you happy, nothing else…
Do you think it’s easy to make you happy? Pikirkan sendiri, kan kalian yg bisa berpikir kedepan..
Ah..kenapa kita nggak coba ngikutin percakapan dibawah ini,,hew hew hew, narsistis begin….
Camer (calon mertua) : gimana dek? katanya ada yg mau diomongin?..
Camen (calon menantu) : ehmm begini bapak, sebelumnya saya minta maaf kalo sedikit kurang ajar, kan sudah lebih dari 9th saya, emm apa istilahnya, bertemen deket, kalo boleh pinjem istilah, pacaran.
camer : terus? (mulai tahu kemana arah pembicaraan ini..)
camen : saya mau minta ijin, untuk mempersunting anak bapak jadi istri saya…
camer : hmm..begitu ya.. dek danang (yah kurang lebih calon menantunya namanya danang kali, kali lho.. T_T) bukankah ini seharusnya pembicaraan yg dilakukan bersama keluarga, bukan dek danang sendiri..
camen : iya bapak, saya tahu, saya tahu kalo ini gak sopan banget, but i have my own reasons, paling gak ini menunjukkan akan keseriusan saya dalam hal ini, also i want to know the answer personally, jika jawabannya tidak bisa, let me keep this answer just by my self, akan sangat menyakitkan bagi orang tua saya, jika sekarang ini saya ajak mereka, untuk mempersunting, dan mendapatkan kata tidak sebgai jawabannya, sungguh akan teramat sakit hati mereka, teramat malu bukan kepalang, jadi kalo memang tidak, perkenankan untuk saya simpan di diri saya sendiri. Jika memang setuju sebagai jawabnya, i’m honoured to take it, besok malam saya bersama bapak ibu saya akan datang kesini untuk membicarakannya lebih lanjut.
camer : oh, okey..if you insist, sebelum saya jawab, perkenankan saya untuk bertanya sedikit. Seberapa jauhkah keseriusan adek? Seberapa besarkah keberanian adek untuk menerima resiko dari keputusan ini? Seberapa mampukah adek membahagiakan anak saya?
camen : …(tercekat, tidak satupun kata keluar dari mulut ini..bahkan dari hati ini..)
it is really hard to make you happy..
What can i give for this marriage?. Kalian bilang, nunggu mapan lah, nunggu punya rumah, mobil, bla bla bla, keburu perawan tua dong, lagian hanya dengan disisimu aku bahagia kok…bukankan harta bukan semata2 cara untuk bahagia?Just beside me, kalian bahagia?for how long?forever?think again?dngan pemikiran kalian yg kedepan..uang memang bukan satu satunya yg menentukan kebahagiaan, right, but paling tidak kita bisa membelinya kan?(kebahagian –red). Bukankah jadi seorang kepala keluarga tidak gampang, demikian halnya jadi ibu rumah tangga, gak gampang kan, gak cuman harus bisa masak doang. This responsibility not an easy one to handle. Gimana kondisi anak2nya yg terlihat dari kondisi ibunya, sama halnya dengan gimana kondisi keluarga ini nantinya, terlihat dari sosok kepala keluarganya.
Pernahkah terpikirkan dari kalian, manjadi seorang laki2 dalam keluarga teramat susah?. Dimana semua mata terpaku padanya, dimana semua perhatian tertuju padanya. “Oh itu calon mantunya ya mbak? namanya sapa?anaknya sapa to?ow..sekarang kerjanya apa to?” so? pernahkah ada yg nanya “Ow itu to mantunya, sebesar apa sih mbak cintanya?”(dies)tak ada da tak kan pernah kan? Bukankah hal itu juga terjadi pada kalian tidak hanya saya/kami? tapi mungkin porsi yg kami/saya terima bakalan lebih besar. Bisakah kami/saya mempertahankan harmoni antar dua keluarga yg jelas2 tidak akan pernah seimbang. Can us handle all bad talks about our family. Don’t you know how scary people nowadays?
Pernahkah kau merasa terusir dari keluarga istrimu sendiri, just because they think you not qualified enough to make their daughter happy. Have you ever think like this “Yoh, nek gur pacaran sih rak masalah nang, tapi mengko nek kawin yo jelas rak mungkin, opo gelem keluargane ndeknen nompo aku sing gur mburuh dadi tukang cuci motor koyo aku ngene”. Pernahkah kalian berpikir untuk membanting tulang sedemikian kerasnya, meninggalkan segalanya, hanya demi sebuah keluarga yg kalian bentuk terlalu dini?. Pernahkah kamu merasakan sakitnya saat mengetahui bahwa hampir 8th bersama yg dijalani selama ini seakan sia2 saat mereka menuntut dirimu untuk mempunyai pekerjaan?apa yg kalian lakukan selama ini sama sekali tak berarti, walopun secara kasar jika diperhitungkan, dua kali lipat pendapatan yg diperoleh orang tua kalian selama sebulan, bisa kami dapatkan hanya dalam waktu 4 hari?Apakah smuanya berarti?tidak..”selama kamu belum bekerja, jg harap bisa menikah dengan anakku!!” Did you ever heard “apa sih nak yg kamu bisa banggain?apa sih yg kamu punya buat kamu bangga2in buat dia?” coming out from your mother very own mouth?. Pernahkah kalian merasakan kerja keras untuk menjadi sesosok yg bisa menggantikan ayahandanya yg lebih dulu pergi ke surga?. Can you killing your own parent’s love just to marry someone?How far you will go? Even, do you understand, that i am willing to lose everything, hanya untuk membuktikan cintaku yg tulus padamu. Kenapa tetep harus kubuktikan?tak bisakah kalian melihatnya dengan mata kalian?ato bahkan dengan hati kalian?. This is not a fairy tail, just not a bedtime story.
Bagaimana kalian bisa tahu, if basically you can get everything you want, bagaimana kalian pernah berpikir bagaimana menjaga kebahagiaan buat pasanganmu, jika orangtuamu dengan mudahnya akan membelikan satu buat kalian. Bagaimana kalian pernah tahu rasanya bekerja keras membuktikan diri ke calon mertuamu karena memang kalian terlahir hampir sempurna, flawlessly gorgeous, tanpa perlu dibuktikan lagi.
Bagaimana dengan kami?yg berusaha setengah mati mendapatkannya?Pernahkah kalian merasakan? yang dengan entengnya kalian membicarakan, seribu alasan yg hanya omong kosong, yg bagaimana seharusnya kita tu jadi pria bukan cowok, yg bagaimana kita harus berpikir ke depan?
Salahkah segala omong kosong alasan yg kuberikan yg pada dasarnya hanya untuk membuat ini sempurna?
How far your heart had been bleed, so you can talk about being man?
Seberapa jauhkah yang kaubilang tentang berpikir kedepan?
Yakinlah and it is works???
it is works you say? YES IT WILL ALWAYS WORKS, because it is me, everything always works, just need some adjusment to make it flawless…^_^